Apa itu Autisme

Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif.
Gejala yang sangat menonjol adalah sikap anak yang cenderung tidak mempedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah menolak berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya sendiri. Anak autistik juga mengalami kesulitan dalam memahami bahasa dan berkomunikasi secara verbal.
Disamping itu seringkali (prilaku stimulasi diri) seperti berputar-putar, mengepak-ngepakan tangan seperti sayap, berjalan berjinjit dan lain sebagainya.
Gejala autisme sangat bervariasi. Sebagian anak berperilaku hiperaktif dan agresif atau menyakiti diri, tapi ada pula yang pasif. Mereka cenderung sangat sulit mengendalikan emosinya dan sering tempertantrum (menangis dan mengamuk). Kadang-kadang mereka menangis, tertawa atau marah-marah tanpa sebab yang jelas.
Selain berbeda dalam jenis gejalanya, intensitas gejala autisme juga berbeda-beda, dari sangat ringan sampai sangat berat.
Oleh karena banyaknya perbedaan-perbedaan tersebut di antara masing-masing individu, maka saat ini gangguan perkembangan ini lebih sering dikenal sebagai Autistic Spectrum Disorder (ASD) atau Gangguan Spektrum Autistik (GSA).
Autisme dapat terjadi pada siapa saja, tanpa membedakan warna kulit, status sosial ekonomi maupun pendidikan seseorang. Tidak semua individu ASD/GSA memiliki IQ yang rendah. Sebagian dari mereka dapat mencapai pendidikan di perguruan tinggi. Bahkan ada pula yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang tertentu (musik, matematika, menggambar).
Prevalensi autisme menigkat dengan sangat mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Menurut Autism Research Institute di San Diego, jumlah individu autistik pada tahun 1987 diperkirakan 1:5000 anak. Jumlah ini meningkat dengan sangat pesat dan pada tahun 2005 sudah menjadi 1:160 anak. Di Indonesia belum ada data yang akurat oleh karena belum ada pusat registrasi untuk autisme. Namun diperkirakan angka di Indonesia pun mendekati angka di atas. Autisme lebih banyak terjadi pada pria daripada wanita, dengan perbandingan 4:1
Sumber; http://www.autis.info
Artikel Terkait :
- Durasi Tidur Pengaruhi Prestasi Anak
- Simple Plan-Perfect
- Kekerasan Pada Anak
- Latarbelakang kekerasan pada anak
- BERANDA Kemarahan Orang Tua Pengaruhi Sikap Anak
- Meningkatkan kecerdasan emosional
- Ibu Kreatif, Anak Tak Perlu Pre-School
- 10 Jenis Terapi Autisme
- Integrasi Sensori
- Terapi Makanan
- Terapi Biomedik
- Terapi Wicara
- Terapi Perilaku
- PDD-NOS
- Sindrom Asperger
- Disintegrasi Masa Kanak
- Sindroma Rett
- Autisme Masa Kanak
- Kenali Autisme
- Deteksi Dini Autisme
- Pendidikan yang Baik untuk Anak
- Penyebab Obesitas Anak dan Cara Mengatasinya
- Tanamkan Minat Baca pada Anak
- Ajari Anak Menabung
- Depdiknas Pastikan Pelaksanaan Unas
- Unas Bukan Satu-Satunya Penentu
- Permendiknas NO 75 2009
- UNAS dipercepat..???
- Cara menampilkan daftar isi
- Rambut Tebal Idaman yang Kuat
- Blog
- PDD-NOS
- Sindrom Asperger
- Disintegrasi Masa Kanak
- Sindroma Rett
- Kenali Autisme
- Deteksi Dini Autisme
- Lindungi Anak dari Bahaya Internet
- FREE TWITTER BUTTONS (Includes Animated GIFs)
- MENAMBAH SIDEBAR BLOG MENJADI DUA
- Infolinks sebagai alternatif In-Text Advertising selain Kontera
- Cara Membuat Kotak Blogroll dan Marquee
- Pasang Emoticon di kotak komentar
- Menambah Gambar Sebagai Pembatas Postingan
- Apa Itu Backlink
- Tentang Backlink
- Backlink Dalam Dunia SEO
- Apa itu dofollow, Apa itu backlink?
0 komentar: